Suku Huli, Si Manusia Berwajah Kuning

Suku Huli, Si Manusia Berwajah Kuning
Ada banyak suku di dunia yang hidup di pedalaman dan punya tradisi unik. Salah satunya suku Huli, dengan wajah berwarna kuning.

Mari kita ke Papua Nugini, negara tetangga Indonesia yang berada di sebelah timur. Selayaknya suku-suku di Hutan Amazon, Papua Nugini punya banyak suku yang punya cerita menarik.

Salah satunya adalah suku Huli. Silakan cari di internet mengenai suku-suku yang unik di dunia, maka keluarlah nama suku Huli. Si manusia berwajah kuning!

Suku Huli menempati wilayah pegunungan di bagian barat Papua Nugini yang sulit terjangkau. Tidak ada akses jalan, naik helikopter saja sulit karena bentangan pegunungannya jadi tantangan berat para pilot.

Beberapa lokasi tempat tinggal suku Huli adalah distrik Tari, Koroba, Margaraima and Komo. Jumlah mereka yang terdata sekitar 250 ribu orang.

Suku Huli, Si Manusia Berwajah Kuning

Dengan jumlah segitu, suku Huli menjadi suku dengan jumlah terbesar di Papua Nugini. Bukan hanya itu, mereka juga menjadi suku yang paling disegani!

Suku Huli terkenal sangat kuat dalam berperang dan berburu. Mereka bisa menembus hutan lebat, menghadapi medan ekstrem dan lain sebagainya.

Mengenali suku Huli pun sangat mudah. Sebab mereka punya ciri khas, yang pria selalu mengecat wajahnya dengan warna kuning.

Suku Huli, Si Manusia Berwajah Kuning

Mereka mengecat wajahnya dengan bahan-bahan alami. Warna kuningnya begitu cerah, yang ternyata bukan hanya sembarangan dicat tapi juga ada nilai luhurnya,

Warna-warna cerah bagi suku Huli adalah warna-warna para leluhur. Mengecat wajah dengan warna kuning, diyakini akan mendekatkan diri dengan para leluhur dan selalu merasa dilindungi.

Bahkan ketika wajahnya sudah dicat, suku Huli sudah tidak merasa takut dengan apapun. Di lain sisi, warna kuning di wajahnya akan mengintimidasi dan menakuti suku-suku lain.

Suku Huli, Si Manusia Berwajah Kuning

Tradisi mengecat wajah suku Huli ini sudah berlangsung sejak zaman dulu hingga kini. Usut punya usut, suku Huli sendiri baru pertama kali diketahui sekitar tahun 1934 oleh penjelajah dari Belanda.

Bagi pemerintah Papua Nugini, ciri khas suku Huli pun dijadikan simbol kebudayaan. Bahkan beberapa festival kebudayaan di sana menampilkan tradisi suku Huli lengkap dengan wajah dicat kuning.

Selamat bertemu suku Huli, si manusia berwajah kuning.

sumber

Please follow and like us:

Leave a Reply